POLITIK

Ultimatum Pejabat Bea Cukai, Purbaya: Saya Mau Maksimal, Bukan Optimal

nuruddinalmai 251 hari yang lalu Dilihat 2,327 kali
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/1/2026). (Dok. Kemenkeu)

JAKARTA,INVESTOR.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan instruksi tegas kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengejar target penerimaan negara habis-habisan. Menkeu menegaskan bahwa di tengah turbulensi ekonomi global, pemerintah tidak bisa lagi bekerja dengan standar biasa.

“Saya mau seluruh potensi cukai yang ada dikumpulkan secara maksimal, bukan optimal. Kalau optimal ya secukupnya, tetapi tidak di atasnya,” tegas Purbaya dalam Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/1/2026).

Langkah agresif ini diambil karena pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang diperkirakan berada di level 5% hingga 5,2% dinilai belum cukup untuk menyerap tenaga kerja baru. Terlebih, penerimaan negara tahun 2025 belum mencapai target, sementara alokasi besar belanja negara untuk program prioritas tidak boleh terhenti.

Purbaya menekankan bahwa motor utama pertumbuhan saat ini adalah konsumsi rumah tangga (domestic demand). Namun, potensi ini kerap tergerus oleh maraknya barang selundupan yang merusak pasar dalam negeri. Di sini, DJBC memegang peranan besar.

“Industri dalam negeri tidak punya ruang untuk bersaing secara adil karena masuknya barang ilegal. Jika kita tidak bisa menjaga ini, (penerimaan) cukai dan pajak akan turun. Kita semua dirugikan, bahkan nanti kita tidak bisa gaji orang-orang Bea Cukai itu ke depannya,” urai Purbaya.

Sebagai bentuk pembenahan total, Purbaya merombak jajaran DJBC dengan merotasi 22 pejabat strategis, mulai dari tingkat Sekretaris Direktorat Jenderal hingga Kepala Kantor Wilayah. Perombakan ini dilakukan usai defisit anggaran mulai mendekati ambang batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkeu menyebut DJBC adalah garda terdepan yang paling bertanggung jawab menjaga pasar domestik dari serbuan produk luar negeri yang masuk secara ilegal.

“Saya sengaja kocok semuanya di seluruh pelabuhan besar dan pemain inti di pusat supaya ada pencerahan. Anda semua harus berjuang lebih keras untuk memastikan pengumpulan pajak atau bea cukai bisa lebih maksimal,” ungkap Purbaya.

Berita Lainnya