Melalui MBG, Peran Aktif Gumati Grup dan PHRI Mendukung Ketahanan Pangan dan Agroekonomi Nasional

Ajiraga Muhammad 222 hari yang lalu Dilihat 3,233 kali
Tokoh agroekonomi nasional, Mas Awe mendatangi Kang Yayat (batik cokelat) di Grand Mulya Resort, Bogor (25/2).

TERUPDATE.BIZ.ID – Tokoh agroekonomi nasional, Dr. Adi Haryo Wibisono (Mas Awe) mendukung Gumati Grup di bawah arahan H. Moelyatma Soepardi, S.H., M.Kn. (Kang Yayat) dalam peran aktifnya di MBG saat pertemuan di Grand Mulya Resort, Bogor (25/2).

“Saya apresiasi sekali Kang Yayat, konsisten dengan misi menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dengan melibatkan rakyat dan pelaku industri mikro sebagai pemasok kebutuhan harian unit-unit bisnis Gumati Grup dan membayarnya tepat waktu,” ungkap Mas Awe.

Diskusi Mas Awe dengan Kang Yayat dalam rangka inkubasi gerakan nasional untuk mendukung ketahanan pangan dan agroekonomi nasional.

Gumati Grup adalah kelompok bisnis bidang akomodasi pariwisata meliputi unit bisnis perhotelan, resort, restoran, cafe, dan arena bermain, yang mengawali debutnya dari bisnis warteg, lalu menginisiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga sukses meng-hire Kyriad sebagai mitra bisnis yang merupakan konsultan kelas dunia, sekaligus menjadi bagian dari jaringan hotel internasional Louvre Hotel Group, serta mengembangkan aset hingga bernilai triliunan rupiah.

Pencapaian inilah yang menginspirasi Kang Yayat untuk selalu berbagi dengan anak yatim dan melibatkan rakyat dan pelaku industri mikro sebagai pemasok dan bagian dari supply chain bisnisnya, bahkan mengutamakan pembayaran tepat waktu, mengingat Kang Yayat memulai perjuangannya dari bisnis warteg.

“Tadi, kita baru grand opening cabang baru, resto di daerah Bogor Barat. Cuma undang anak yatim, aja! Kebetulan tahun ini, kita juga sudah mengoperasikan belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), jadi sekalian syukuran. Ada info Mas Awe datang, langsung ke sini,” ungkap Kang Yayat.

Mas Awe, selain sebagai ahli agroekonomi nasional yang kerap meneliti dan memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan pangan nasional, juga aktif sebagai Wakil Ketua Harian Himpunan Desa Mandiri yang telah mengoperasikan ratusan SPPG di wilayah Kalimantan, Maluku, dan Papua (baca beritanya di sini).

“Komitmen Kang Yayat dalam menjaga rantai pasokan dengan melibatkan UMKM adalah hal yang luar biasa. Kang Yayat bisa jadi inspirasi sebagai tokoh pergerakan pangan skala nasional atau mungkin gerakan ekonomi kerakyatan,” puji Mas Awe.

Lanjutnya, “Setelah ini, kita berencana kolaborasi melalui gerakan nasional. Bagaimana bentuknya, ya kita lihat nanti saja.” (***)

Berita Lainnya