HUMANIORA

PERSIS Dukung Yayasan Putera Puteri Mercusuar Nusantara dalam Program Ketahanan Pangan Pemerintah

Ajiraga Muhammad 184 hari yang lalu Dilihat 900 kali
Kyai Furqon (kiri) mewakili PERSIS memberikan dukungan langsung kepada Ketua YPPMN, Mas Awe (kanan) saat silaturahmi di Kantor Pusat DPP PERSIS pada Jumat (3/4) lalu.

TERUPDATE.BIZ ID, JAKARTA – Persatuan Islam (PERSIS) merupakan salah satu organisasi massa (ormas) Islam terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam membangun keutuhan bangsa.

Peran vitalnya juga mendukung pemerintah pusat, termasuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah yang menyasar para santri di wilayah.

“PERSIS telah diminta oleh pemerintah pusat dan diberi mandat untuk mengelola ribuan SPPG khusus santri,” ungkap K.H. Aay Muhammad Furqon, M.A. (Kyai Furqon), mewakili PERSIS pada Jumat (3/4) lalu saat didatangi Ketua Yayasan Putera Puteri Mercusuar Nusantara (YPPMN), Dr. Adi Haryo Wibisono (Mas Awe).

Wakil Sekretaris Umum PP Persis, K.H. Aay Muhammad Furqon, M.A. (Kyai Furqon) menyampaikan paparan terkait pemikiran KH Maruf Amin di Megawati Institue, Jakarta, Rabu (28/11/2012). Kredit: Republika

PERSIS mendukung YPPMN dalam penetrasi Program Ketahanan Pangan Nasional di lingkungan pesantren melalui pembangunan SPPG di beberapa wilayah Jawa Tengah, diantaranya Pati, Sragen, Wonosobo, dan Grobogan.

“Insha Allah dukungan PERSIS adalah amanah besar buat YPPMN, mengingat standar mutu program MBG yang makin ketat. Itulah mengapa Kita meminta dukungan PERSIS,” ungkap Mas Awe.

Mas Awe, selain sebagai Ketua YPPMN, juga berperan aktif sebagai Wakil Ketua Harian HDMI yang telah berperan aktif dalam Program 3T di wilayah Indonesia bagian Timur.

Lanjut Kyai Furqon, “Kita undang Mas Awe yah? Sekaligus peresmian SPPG di Bambu Apus bulan depan, dekat Kantor DPP PERSIS. Insha Allah dihadiri salah satu Wakil Kepala BGN. Setelah itu Kita sepakati pengembangan SPPG di Jawa Tengah khusus pesantren.”

Dimaklumi bahwa BGN kini berfokus pada manajemen mutu di mana SPPG “nakal” terancam di-suspend jika ditemukan pelanggaran, bahkan jika viral seperti kasus salah SPPG di Jawa Barat lalu.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menegur keras pria viral joget di dapur MBG yang punya 7 SPPG. Kredit: Antara

Berdasarkan informasi dari berbagai media, hingga Maret 2026 telah terjadi penutupan 1.000-an lebih SPPG di berbagai wilayah.

Kyai Furqon menambahkan, “Standar juknis sudah makin ketat dan Kita harus memenuhi ekspektasi BGN dalam menjaga mutu dan memastikan masyarakat, dalam hal ini para santri mendapat asupan gizi sesuai standar juknis yang ditetapkan. Semoga Mas Awe bisa melakukan pembinaan khusus di wilayah Jawa Tengah untuk meringankan Kita-PERSIS.” (***)

Berita Lainnya