BOGOR, TERUPDATE.BIZ.ID – Sekolah Maung—singkatan dari Manusia Unggul—merupakan program sekolah unggulan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk pengembangan dari konsep Sekolah Garuda Transformatif.
Program yang digagas di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak yang memiliki potensi kecerdasan di atas rata-rata serta siswa berprestasi di bidang STEM, akademik, maupun non-akademik.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, terdapat 41 SMA dan SMK negeri di Jawa Barat yang resmi ditunjuk dan diverifikasi secara ketat sebagai Sekolah Maung demi melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing tinggi.
Berbeda dengan sekolah umum, seleksi Sekolah Maung sepenuhnya menghapus jalur zonasi dan menggantinya dengan tiga jalur seleksi khusus, yaitu Jalur Kompetensi Akademik (kuota 70%), Kompetensi Non-Akademik (kuota 20%), dan Potensi Akademik (kuota 10%).
Merespon kebijakan tersebut, Kang Asbud–Konsultan Pendidikan Inovatif menyambut baik dengan membuka layanan pendampingan bagi calon siswa yang berminat masuk ke Sekolah Maung.
“SMAN 1 Bogor dan SMAN 1 Cibinong masih jadi favorit pengguna. Dengan standar Sekolah Maung yang kompetitif, Kita telah ramu program unggulan melalui layanan bimbingan belajar. Banyak wali murid antusias dengan penawaran layanan Kami,” ungkap Kang Asbud.
Kang Asbud juga bekerjasama dengan konsultan dan psikolog yang tergabung dengan HIMPSI dan IPK yang dimoderasi oleh platform @rumahpendampingan.
“Alhamdulillah, Kita telah memandangi kesepakatan untuk memfasilitasi kebutuhan wali murid yang berminat untuk masuk Sekolah Maung melalui jalur Potensi Akademik,” tambah Kang Asbud.
Diketahui jalur potensi akademik memiliki persyaratan pendaftarannya berfokus pada kualitas dokumen prestasi, portofolio karya, serta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) guna memastikan input siswa yang masuk benar-benar optimal dan kompetitif. (***)
